"FOKUS TATA LETAK KOTA , MENGABAIKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, SEBUAH REFLEKSI KEPEMIMPINAN"
Sejak dilantik, Bupati terpilih kabupaten Pamekasan sampai saat ini tampaknya hanya fokus pada penataan tata kota tanpa memberikan perhatian yang cukup pada sektor-sektor lain yang juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Meskipun penataan kota yang rapi dan teratur memang penting, namun sudah memasuki 100 hari kerja Bupati, masyarakat belum merasakan perubahan signifikan dalam sektor pembangunan infrastruktur, pendidikan, maupun ekonomi. Banyak warga yang merasa belum melihat kehadiran nyata dari pemimpin kabupaten mereka.
Salah satu kebijakan yang menuai perhatian adalah penataan kawasan kota yang sebelumnya digunakan oleh masyarakat untuk mencari nafkah, seperti pedagang kaki lima. Secara prosedural, kebijakan ini memang sah menurut hukum, namun kenyataannya banyak pihak yang merasa dirugikan, terutama para pedagang kecil. Sampai saat ini, belum ada solusi konkret mengenai lokasi yang layak, sehat dan memiliki keuntungan yang sama bagi mereka untuk melanjutkan usaha mereka pasca-penertiban.
Selain itu, masalah infrastruktur yang seharusnya menjadi perhatian utama juga tidak mendapatkan penanganan yang memadai. Jalan-jalan utama yang menjadi poros kabupaten sangat membutuhkan perbaikan dan perhatian dari pemerintah. Namun, hingga kini, tidak ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Bahkan, beberapa waktu lalu, Dinas PUPR mengeluarkan himbauan yang menyarankan masyarakat untuk memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Apakah ini adil? Seharusnya, perbaikan jalan menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan beban yang dipikul oleh masyarakat.
Di sektor pendidikan, meskipun terdapat sejumlah bantuan untuk pembangunan, kenyataannya masih banyak fasilitas pendidikan yang rusak dan belum mendapat perbaikan yang layak. Pemerintah kabupaten tampaknya lebih fokus pada hal-hal yang tidak mendesak, sementara bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan belum terealisasi dengan baik.
Dengan berbagai permasalahan ini, kita perlu bertanya, apakah Bupati Pamekasan hanya akan terus fokus pada tatanan kota dalam 100 hari kerjanya? Jika ya, lalu bagaimana dengan masalah-masalah mendasar yang dihadapi rakyat, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan sosial? Apakah ini merupakan refleksi dari kepemimpinan yang berpihak pada rakyat? Mari kita kawal dan terus pantau kepemimpinan Bupati Pamekasan, untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya terfokus pada penataan kota, tetapi juga memberikan perhatian nyata pada kesejahteraan rakyat.
Penulis: Nabilla
Editor : Lukman Hakim
Komentar
Posting Komentar